*Untaian kata hati Vie dalam keterpisahan kami, pada saat bersamaan ketika mamaku meninggalkan dunia ini.
Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini. Sungguh, supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka. (Wahyu 14:13)
Terpujilah Allah Bapa dan Yesus Kristus Tuhan atas kasih setiaNya hingga genap tiga tahun jalinan hubungan cinta kasih kami, Vie dan Elize dalam Kristus. Tak banyak untaian kata-kata indah yang dapat kami haturkan kepada Tuhan atas segala kemurahan, kebaikan, belas kasih, dan anugerahNya atas kami. Betapa tiap-tiap hari kami dapat merasakan campur tangan Tuhan atas kami. Demikian pula tiap-tiap hari menjadi penguatan bagi kami untuk percaya bahwa Tuhan berkenan atas kami, pasangan lesbian berdosa yang percaya telah dibenarkan dan diselamatkan hanya oleh kasih karunia melalui Yesus Kristus, Jalan Pendamaian karena iman.
Kiranya Tuhan yang sudah memulai pekerjaan yang baik diantara kami, berkenan meneruskannya hingga kesudahannya nanti, dalam kemuliaan yang penuh kedamaian dan sukacita sejati. Demikian diantara kamu sekalian, perempuan pecinta perempuan yang telah beroleh kasih karunia Allah. Kiranya kehendak Kristus terus jadi atas kamu, hingga engkau menjadi utuh dan sempurna dalam Kristus.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8:28)
Tumbuh dan berkembang sebagai perempuan yang takut tertolak, membuatku sering berusaha menyenangkan hati orang, ingin diterima semua orang, dengan sebisa-bisanya berbuat baik pada semua orang. Namun alangkah menyakitkan ketika perbuatan baik yang menurutku sudah kulakukan, walau tanpa harap imbal, justru terbalaskan dengan ketidakadilan, kejahatan, kecurangan, dan rupa-rupa "air tuba". Demikian halnya dengan hal-hal buruk dan kemalangan yang menimpaku. Aku merasa aku tak pernah menaburnya, namun mengapa aku mengalaminya, seolah aku menuainya.
Dalam sekejap mata, aku ingin berubah menjadi iblis betina. Persetan dengan perbuatan baik. Aku tak akan pernah mau menolong, membantu, ataupun tetek bengek kebaikan lain untuk siapapun lagi. Untuk apa aku takut dengan mereka. Untuk apa aku ingin diterima oleh mereka semua. Aku takkan mati, hidupku takkan berakhir jika tanpa mereka. F*ck you, people!! You've hurt me and I'll hurt you back!!
...
Untung aku tak punya kuasa. Sebab kekuasaan yang lebih tinggi daripadaku, menolongku dalam lirih lembut suara hati:
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah (Galatia 6:9)
Pembalasan adalah hak-Ku (Ibrani 10:30)
Sejenak aku merasa kuat hati. Tetapi aku kembali lelah dan hampir menyerah, ketika lagi-lagi menuai apa yang tidak kutabur.
Apa daya, pembalasan bukan hakku. Rasa sakit ini selayaknya kunikmati. Sepertinya kecenderungan masokhis ini bukanlah sebuah kesalahan. Penciptanya tidak salah meracik bumbu. Aku akan menikmati rasa sakit ini, bersama Dia, Pengendali kuasa atas segala sesuatu.
Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah (I Petrus 2:20)
Jika Anda ingin berbagi cerita / curhat / sharing / kesaksian, butuh dukungan doa, atau sekedar bertanya / menyanggah, menyampaikan kritik, saran, dll. silakan email ke :
kiandamai@gmail.com
~f.a.i.t.h~
Berjalanlah bersamaku.. di bukit bermandi cahaya ataupun di lembah berkabut tebal. Tetaplah berjalan di sisiku.. saat menapaki pantai berpasir lembut atau mendaki jalan terjal berbatu.
Dan bila suatu saat kita tak mampu lagi melangkah.. maka Allah akan menggendong kita dalam dekap tangan kasihNya... Dia tak akan membiarkan kita jatuh tergeletak..