Damailah Engkau di Bumi

Teruntuk jiwa-jiwa lesbian yang masih berpikir dan merasa dirinya adalah sebuah kesalahan, pesakitan, abnormal, dan terkutuk:

Anda adalah Anda karena suatu alasan
Anda adalah bagian dari suatu rencana yang kompleks
Anda adalah suatu rancangan unik yang berharga dan sempurna
Disebut perempuan khusus milik Allah

Anda bertampang seperti Anda karena suatu alasan
Allah kita tidak membuat kesalahan
Dia merajut Anda menjadi satu di dalam kandungan
Anda benar-benar apa yang ingin Dia ciptakan

Orang tua yang Anda miliki adalah orang tua yang Dia pilih
Dan tidak peduli bagaimana perasaan Anda
Mereka dirancang dengan pertimbangan rencana Allah
Dan mereka memikul meterai Tuhan

Tidak, trauma yang Anda hadapi tidaklah mudah
Dan Allah menangis karena trauma itu begitu menyakiti Anda
Tetapi itu diizinkan untuk membentuk hati Anda
Supaya Anda bertumbuh menjadi serupa denganNya

Anda adalah Anda karena suatu alasan
Anda telah dibentuk dengan tongkat Tuhan
Anda adalah Anda, kekasih
Karena ada Allah


Puisi oleh Russell Kelfer (diambil dari The Purpose Driven Life)


Bersyukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Sang Pencipta. Ketika engkau bisa bersyukur dalam setiap hirup dan hembus nafasmu, maka engkau akan semakin dapat melihat, merasa, mengecap, mendengar, dan membaui kasihNya yang telah ada dalam dirimu. Percaya atau tidak? Jadilah menurut imanmu!

2 komentar:

  1. Menurutku lebih penting untuk berdamai dengan diri sendiri daripada terus menerus mencari nama yang tepat untuk lesbian. Selama diri belum berdamai maka nama-nama seperti pesakitan, penyimpang, dan lain sebagainya akan terus menghantui pikiran dan hati kita.

    Satu yang penting... kita bukanlah hakim yang bisa menjatuhkan vonis kepada siapapun dengan alasan apapun;-)

    Semoga nyambung hehehe

     
  2. Ya Jo. Terkadang yang merusak kita justru pikiran kita sendiri.

    Setuju bgt dgnmu, kita bukanlah hakim: yang bisa menjatuhkan vonis kepada siapapun. Siapapun, termasuk diri kita sendiri.

    ;)hehehe.. Sangat nyambung Jo, ketika diam sejenak dan merenungkannya. Thankyou...Thankyou... .

     

Poskan Komentar