dearest Kebenaran,
Terimakasih oleh sebab Engkau membuatku bersukacita atas seorang saudara seperti perempuan ini
Engkau ada di dalamnya sehingga aku dapat melihat Engkau dalam dirinya
Nyata bagiku bahwa ia secitra dengan Engkau
Engkau ada di dalamnya sehingga aku dapat melihat Engkau dalam dirinya
Nyata bagiku bahwa ia secitra dengan Engkau
Perempuan ini adalah pemintal kata, pendahuluku si pendongeng ini
Untaian abjad, kata, dan kalimatnya penuh kuasa
Untuk menyejukkan jiwa
Untuk mendidik
Untuk menguatkan
Untuk menghajar
Untuk menghardik
Untuk menegur dan mengingatkan
Dengan cara-cara yang elok
Dan itu semua oleh karena Engkau
KasihMu ada di dalam dirinya
Betapa dahsyatnya Kasih itu, hingga Ia berpendar terang memancar dari hatinya yang penuh welas asih dan ketulusan
Engkau berkenan atasnya
Engkau memberkahi kandungannya sehingga keajaibanMu terjadi
Dua buah hati yang cantik dan menggemaskan
Ia hidup berkelimpahan karena Engkau
Engkau memampukannya untuk memberi pemberian-pemberian terbaik dan tertulus pada setiap jiwa-jiwa yang pun tak luput dari KasihMu
Sungguh KasihMu teramat besar hingga aku tak dapat menguraikannya dalam batas raga dan jiwa ini
Jiwaku sedang berguncang dengan jiwa perempuan ini
Namun, RohMu memampukan jiwaku untuk menerimanya sebab aku tidak mengetahui rancangan yang telah Engkau tetapkan sejak semula
Satu hal yang pasti, aku tak meragukan Kebenaran bahwa Engkau adalah Kasih
Dan KasihMu lebih dalam dari lautan
KasihMu lebih luas dari samudera
HikmatMu tiada terselami
KasihMu dalam tak terduga
Aku bersuka atas semua ini
Aku bersyukur atas semua ini
Oleh karena Kasih semata
Dan KasihMu adalah Kebenaran
Posted in: Kasih, Kebenaran on Jumat, Oktober 17, 2008 at di 14:54



*senyum*
aku melihatmu dari sini, dengan kacamataku yang kadang melorot sampai ke ujung hidung.
dan aku tidak butuh kacamata sebenarnya untuk merasakan denyut cinta Tuhan yang berdegup di setiap titik kata-katamu.
jadi kutitipkan kacamata ini di sini, agar lain kali aku bisa kembali lagi sambil berpura-pura mencari barangku yang pernah tertinggal pada laci hatimu.
*Lakhsmi
(^.^) Peluk erat
Aku selalu memandang dan singgah di Pohon Hatimu, dengan rasa takjub dalam ritme degup jantung yang berbeda setiap harinya.
Kacamatamu yang tertinggal di laci hatiku, membuatku kian damai. Akan selalu kujaga kacamata itu, bahkan akan kusembunyikan, agar engkau terus mendatangkan damai di hatiku. Karena aku melihat Tuhan dalam dirimu.
-Audrey
*Nyengir*
Berpelukannnnnnnnnnnnn ;-D
Hahaha...jangan lupa bawa gembok ya Jo!
(Niru komen-komen fansmu tuh. Gak ngerti juga asal muasal gembok itu)