Sentuh Hatinya
Semalam saya membuka sebuah blog. Membaca satu tulisannya. Hati saya sempat terluka karena sang penulis adalah sempurna di mata saya.
Cemooh dalam untaian kata-kata indah, bagai mengelap bokong dengan kain sutra.
Namun, kasih telah melenyapkan segala kesakitan itu. Saya tahu hatinya pun penuh luka, maka ia tahu bagaimana cara melukai hati orang. Saya tahu hidupnya tidak mudah, maka ia menjadi tangguh dalam benteng pertahanan yang dengan kokoh ia bangun. Saya tahu dia adalah orang yang tertolak, maka ia menjadi eksistensi yang haus akan penerimaan. Saya tahu dia rapuh, maka hatinya yang membeku menjadi kian beku dalam tawa angkuh yang mampu menyayat hatiku.
Begitulah jika saya memandang manusia. Terluka karena mereka tidaklah sempurna, sama seperti saya. Kembali saya mendongak ke atas. Ternyata dia bukan bagian saya. Dia milik Sang Pencipta. Dan Sang Pencipta punya cara untuk menyentuh hatinya.
Lantunan Maria Shandi dalam "Sentuh Hatiku" ini, menguatkanku untuk terus berjalan menyusuri jalan kedamaian. Ku tak mau menoleh ke kiri dan ke kanan, agar tak sesat jalanku.
betapa ku mencintai
segala yang telah terjadi
tak pernah sendiri
jalani hidup ini
selalu menyertai
betapa ku menyadari
di dalam hidupku ini
Kau selalu memberi
rancangan terbaik
oleh karena kasih
Bapa, sentuh hatiku
ubah hidupku
menjadi yang baru
bagai emas yang murni
Kau membentuk bejana hatiku
Bapa, ajarku mengerti
sebuah kasih
yang selalu memberi
bagai air mengalir
yang tiada pernah berhenti
***
Satu kerinduanku adalah sentuhanMu di hatinya. Biarlah hangat kasihMu mencairkan kebekuan hatinya dengan cara yang indah dan mahasempurna.


Poskan Komentar