God Almighty


Lesbian. Apa yang muncul dalam benakmu ketika mendengar kata itu? Cemar, nista, kelam, atau mungkin comberan? Berkat, anugerah, kasih, atau mungkin kehidupan?

Saya bukanlah lesbian. Saya adalah orang yang memiliki kecenderungan kuat untuk menjadi lesbian. Selama hampir 25 tahun saya berkubang dalam konflik diri yang terus menerus dan berputar-putar. Konflik inilah yang terus menggerakkan hati saya untuk mencari perdamaian antara diri dengan Tuhan. Sampai akhirnya saya sampai pada tahap ini, tahap dimana saya telah mendapatkan kedamaian. Saya telah mampu berdamai dengan diri sendiri dan dengan Tuhan.

Lalu, apakah itu berarti saya menjatuhkan pilihan hidup untuk menjadi lesbian? Tidak. Saya tidak menjatuhkan pilihan hidup untuk menjadi lesbian. Sebab jikalau demikian, maka saya akan mencari seorang perempuan untuk dijadikan pendamping hidup, partner seksual, dan menjalani kehidupan bersama perempuan itu. Tetapi saya… Saya bersyukur kepada Tuhan oleh sebab kecenderungan lesbian ini telah membawa perubahan yang radikal dalam hidup saya. Kecenderungan lesbian ini telah membuat saya mendekat kepada-Nya.

Sekiranya Tuhan tidak bermurah hati dan berbelas kasihan kepada saya, tentulah saya tidak akan mengalami serangkaian peristiwa yang kemudian mampu membawa saya dalam kedamaian penuh sukacita seperti sekarang ini. Tuhan telah menuntun saya untuk mau bersungguh hati mengenalNya dan mencari kebenaranNya melalui pembacaan Alkitab setiap hari. Dan setiap hari pula, Tuhan memperbaharui karakter saya. Dia membawa saya pada pengalaman-pengalaman menakjubkan yang tak pernah sama setiap harinya.

Seiring saya mengalami pertumbuhan rohani, saya disadarkan bahwa kecenderungan lesbian itu hanyalah sesuatu yang teramat kecil dan tidak perlu dibesar-besarkan (lebih tepatnya, tidak perlu saya besar-besarkan). Karena Tuhan telah membebaskan saya dari kegelapan (lebih tepatnya, mencelikkan mata saya yang “buta” karena saya merasa berada dalam kegelapan padahal yang sesungguhnya saya telah berada dalam Terang). Saya telah dimerdekakan di dalam Kristus Yesus. Dan kemerdekaan itu mendatangkan sukacita dan damai sejahtera dalam hatiku.

Inilah kesaksian saya. Saya adalah seorang perempuan yang telah beroleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus sehingga saya telah dibebaskan dari perasaan bersalah, dari perasaan berdosa atas kecenderungan lesbian yang ada dalam diri saya. Kebebasan ini adalah kemerdekaan yang mendatangkan sukacita bagi saya. Dengan demikian, saya boleh percaya bahwa menjadi lesbian bukanlah sebuah dosa. Menjadi lesbian bukan berarti menceburkan diri kedalam comberan, dalam limbah nista kekelaman dan rupa-rupa kecemaran. Bercinta dengan perempuan tidak akan menjadikan perbuatanku penuh dengan maksiat. Bercinta dengan perempuan tidak akan menjadikan kukuku penuh dengan sundal. Menjadi lesbian bisa berarti masuk ke dalam kehidupan yang penuh berkat, kasih, dan anugerah jika Tuhan menghendakinya. Hanya jika Tuhan menghendakinya.

Tuhanlah yang berkuasa atas langit dan bumi. Tiada yang mustahil bagiNya. Tuhan bisa mengubahkan perasaan seorang homoseks menjadi heteroseks. Tuhan bisa membebaskan seorang lesbian yang menjadi budak nafsu seksual, menjadi seorang yang bebas, tiada tuan atas dirinya selain Tuhan. Sebaliknya, Tuhan bisa pula memberi pendamping hidup seorang perempuan bagi perempuan, dan meneguhkannya dalam pernikahan. Tuhan bisa pula memberi anak cucu bagi pasangan lesbian, bahkan pada seorang bebas. Mengapa? Karena Tuhan Mahakuasa. Semua itu adalah perbuatan tangan Tuhan. Dengan demikian, tidak ada seorangpun yang bisa bermegah diri atas apapun.

Tuhanlah yang berkuasa atas segala. Hikmat-Nya tiada terselami oleh pikiran manusia. Apa yang menurut manusia lurus, belum tentu lurus di hadapanNya. Ia dapat membengkokkan segala sesuatu. Siapa yang dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkanNya? Oleh sebab itu, betapa setiap manusia harus hidup dalam ketakutan akan Tuhan selama menumpang di dunia ini.

Selanjutnya, apa pilihan hidup saya? Saya memilih untuk bersungguh-sungguh mengikut Yesus, bersungguh hati mengenal Dia, mencari Kerajaan Allah beserta kebenaranNya dan hidup dalam takut akan Tuhan. Saya mau mengakui Tuhan dalam segala laku saya agar Ia meluruskan jalan saya. Lurus bagi Tuhan, bukan lurus bagi manusia.

Apa yang saya minta kepadaNya? Saya meminta kepadaNya agar saya dikenanNya untuk mengasihiNya dengan segenap akal budi, hati, dan jiwa saya. Agar Ia senantiasa menaruh belas kasih dan kemurahan kepada saya agar saya layak untuk memuliakanNya. Agar Ia memberi saya hikmat dan marifat sehingga saya diperbolehkanNya untuk mengetahui hikmat-Nya yang kata-Nya tiada tersembunyi.

Agar Ia jangan membiarkan saya jatuh kedalam berbagai-bagai pencobaan dan ujian hanya untuk membuktikan kesetiaan saya kepadaNya. Agar Ia membentuk saya dengan cara yang halus, sebab Ia menciptakan saya sebagai seorang yang lunak, lembek, dan mudah dibentuk. Agar Ia membentuk karakter saya terus menerus hingga serupa dengan Kristus. Agar Ia menganugerahkan kepada saya kehidupan yang sempurna dan utuh di dalam Yesus, baik di bumi dan di Sorga.

Apakah kehidupan yang sempurna dan utuh di bumi ini akan saya jalani dalam kesendirian atau tidak, Tuhanlah yang menentukan. Jika memang tidak baik bagi saya jika saya seorang diri saja, maka Tuhan akan memberikan saya seorang pendamping yang sepadan, entah seorang laki-laki atau seorang perempuan atau tidak keduanya. Jika Tuhan menghendaki sebuah kehidupan lahir dari rahim saya, maka terjadilah kehendakNya, entah dengan penetrasi seksual atau inseminasi buatan atau tidak keduanya.

Jika Tuhan menghendaki saya untuk tidak berkawin, karena di Sorga orang tidak kawin dan dikawinkan, maka Tuhan akan menjagai keperawanan saya, hingga saya kembali padaNya dalam keadaan utuh dan tidak bercela. Jika Tuhan menghendaki saya menjalani kehidupan di bumi dalam kesendirian, maka Ia memastikan saya tidak akan kesepian, karena Dia selalu menyertaiku sepanjang hidupku. Satu hal yang pasti, saya meminta kepada Tuhan agar saya senantiasa diperbolehkanNya untuk mengasihi diri saya sendiri sehingga saya bisa mengasihi sesama manusia sebagaimana saya mengasihi diri saya sendiri.

Akhir kata, semua yang terjadi dalam kehidupanku adalah kehendak Tuhan yang terjadi atasku, bukan karena perbuatan atau kehendakku. Aku percaya kepada Yesus Kristus Tuhan, Anak Allah, Jalan Keselamatan, Kebenaran, dan Hidup. Ia telah memerdekakan aku sehingga penuhlah sukacitaku. Kemuliaan hanya bagi Dia dahulu, sekarang, esok, dan selama-lamanya. Amin.

5 komentar:

  1. Amin.. Salam kenal Elizabeth,
    God bless U always.. (^^,)"

    *Lau

     
  2. Salam kenal juga Lau. Would you please leave your contact in the next visit? I'd like to know you more.

    Jesus' blessing always be with you ^-^

     
  3. Hai E. Merry Holly Christmas \(^o^)/
    May the Joy & Peace of Christmas b with You and Ur fam..
    ever after..

    *Lau
    saint_mallory @ yahoo

     
  4. Thank you very much Lau. Merry Christmas for you too. Jesus' neverending blessing always be with you and your lovely family in the everlasting life.

    Ps. Thanks 4 your contact address.

     
  5. Nice

     

Poskan Komentar