The Hidden Wishes
Jika Anda mengikuti perjalanan hidup saya yang tertulis di blog ini, maka Anda akan tahu bahwa saya adalah orang yang memiliki kecenderungan lesbian. Seraya waktu terus berjalan, saya mengalami berbagai proses hidup yang akhirnya membuat saya telah berdamai dengan diri sendiri dan dengan Tuhan. Saya mengalami perubahan yang radikal dalam hidup saya, sehingga saya bisa ada di sini, saat ini, sekarang ini. Dan itu semua karena kasih Allah Bapa dan Yesus Kristus Tuhan.
Saya pernah menulis bahwa meski saya telah berdamai dengan diri sendiri dan dengan Tuhan, tidak lantas membuat saya menjatuhkan pilihan hidup untuk menjadi lesbian. Arti memilih untuk menjadi lesbian dalam definisi saya adalah mencari seorang perempuan untuk dijadikan pendamping hidup, partner seksual, dan menjalani kehidupan bersama perempuan itu. Tetapi saya tidak mencarinya, sebab ada tertulis dalam I Korintus 7:25-28:
“Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah. Aku berpendapat, bahwa mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya. Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang! Tetapi kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.”
Itulah yang membuat saya memilih untuk tidak mencari seorang perempuan untuk dijadikan pendamping hidup: karena hikmat Tuhan yang mengatakan untuk jangan mencarinya. Agar saya pun tidak ditimpa kesusahan badani. Kesusahan badani bisa berarti kecanduan seks, keinginan naluriah untuk memiliki anak yang tidak terpenuhi, lesbian bed death, terjangkit virus HIV/AIDS, serta berbagai kemungkinan lain.
Saya pun berpikir bahwa mungkin kehendak Tuhan adalah agar saya tetap dalam keadaan saya: lajang dan perawan. Saya tidak takut jika saya menjalani kehidupan seorang diri saja, karena saya sudah tidak lagi merasa kesepian, tidak lagi terikat dalam belenggu ketakutan dan kekhawatiran akan masa depan, dan merasa merdeka seutuhnya. I’m alive. Live freely. Saya tidak berkeberatan jika saya tetap dalam keadaan saya. Jika itu menjadi kehendak Tuhan, maka saya boleh merasa bangga dengan keadaan saya, tanpa perlu takut dicap ‘perawan tua’. Saya akan setia hingga saya pulang kepada Bapa di Sorga dalam keadaan utuh dan tidak bercela, baik jasmani maupun rohani.
Meski demikian, keinginan untuk mendapat pendamping hidup seorang perempuan, tentu tetap ada. Hanya saja, karena Tuhan tidak membolehkan saya mencarinya, maka saya memilih untuk tidak mencari dan tetap dalam keadaan saya. Saya pun tidak berani memintanya secara khusus dalam doa-doa saya kepadaNya. Saya memilih untuk percaya bahwa jika Tuhan menghendaki saya untuk memiliki pendamping hidup, maka Tuhanlah yang akan mendatangkannya untuk saya, tanpa saya harus memintanya. Dan bila perempuan itu ada, maka ia akan menjadi salah satu anugerah terindah dari Tuhan untuk saya.
Selanjutnya, saya meneruskan hidup saya untuk mengenalNya lebih lagi, mencari kebenaran, ketetapan, perintah, dan hukum-hukumNya. Saya terus membaca Alkitab setiap hari, menjalani rutinitas harian, dan mengalir dalam hidup yang penuh cinta dari dan kepada Tuhan. Prinsip yang saya pegang adalah melakukan segala sesuatunya seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Dalam kaitannya dengan eksistensi saya di dunia maya, saya berusaha untuk tetap menulis blog, membaca tulisan-tulisan berkualitas di blog dan website lesbian lain, serta menjalin interaksi komunikatif dengan beberapa sahabat di dunia maya. Nah, dalam beberapa kali kesempatan berkomunikasi dengan para sahabat maya ini, saya kerap ditanya tentang status saya, adakah keinginan saya untuk mendapat pasangan, dll. Saya pun menjawab apa adanya, bahwa saya belum memiliki pasangan dan saya tidak akan mencarinya. Saya berkata bahwa jika itu menjadi kehendak Tuhan, maka Tuhanlah yang akan mendatangkannya untuk saya.
Saya kerap berbagi cerita kepada para sahabat maya tentang tipe perempuan yang saya suka serta kriteria atau tanda bila perempuan itu adalah perempuan yang saya yakini berasal dari Tuhan. Saat ini saya akan menceritakan garis besarnya, tapi detailnya akan saya berikan di tulisan selanjutnya. Saya menyukai perempuan tipe andro. Tanda yang saya minta adalah perempuan itu haruslah orang yang takut akan Tuhan, jauh lebih tua di atas saya, seorang bebas, bisa “melihat” diri saya, serta datang dari dunia maya. Sebenarnya, saya memiliki kriteria yang lebih detail lagi mengenai tanda-tanda ini, namun saya simpan sebagai rahasia pribadi dan tidak saya ceritakan dengan detail pada sahabat maya. Yah, bukannya berbohong, tapi lebih pada penguasaan diri untuk tidak terlalu menuruti kecenderungan kompulsif saya untuk bercerita di saat-saat chatting dengan mereka.
Ya, kembali ke topik cerita. Sepertinya, interaksi komunikatif dengan para sahabat maya ini bagai keinginan atau harapan yang dilihat Tuhan dan dikabulkan. Mengapa? Karena pada akhirnya saya “dipertemukan” dan “dipersatukan” dengan Vie, perempuan yang memenuhi semua kriteria di atas, bahkan memenuhi daftar detail kriteria yang menjadi rahasia pribadi saya. Vie penuh dengan kejutan-kejutan yang menyenangkan karena ia memenuhi tanda, kriteria, syarat dan ketentuan, dan remeh-temeh kecil lain yang ada pada diri saya. Banyak kesamaan di antara kami. Banyak hal-hal kecil yang ada pada dirinya yang juga terdapat pada saya. Banyak keinginan, mimpi, dan harapan miliknya yang sama dengan milik saya. Semuanya melibatkan Tuhan.
Ketika saya berinteraksi dengan Vie, saya seolah seperti berkaca, seolah melihat diri saya dalam diri Vie. Dan yang membuat saya pertama kali yakin bahwa Vie adalah yang dari Tuhan untuk saya adalah adanya satu ayat dalam Alkitab yang terdengung-dengung dalam benak saya di awal kedatangan Vie dalam hidup saya. Jika saya mengingat Vie, ingatan saya tertuju pada ayat dalam Alkitab itu. Jika saya memikirkan Vie, pikiran saya tertuju pada Tuhan. Dan keyakinan itu semakin ditambahkuatkan oleh Tuhan tiap-tiap hari seraya saya semakin mengenal Vie. Saya akan ceritakan detailnya di tulisan selanjutnya.
Dear pembaca, satu poin penting yang ingin saya bagikan adalah bahwa Tuhan selalu bekerja dengan caraNya yang indah sejak dari semula. Tuhan memakai sesama manusia sebagai sarana perpanjangan tanganNya untuk mengasihi saya. Saya tidak pernah meminta seorang perempuan sebagai pendamping yang sepadan bagi saya. Meminta yang saya maksud adalah dengan mendoakannya secara khusus. Saya merasa tidak berani, tidak berhak, dan tidak layak meminta kepadaNya. Saya hanya berani berbagi cerita, dengan sahabat maya mengenai keinginan-keinginan saya, harapan, dan impian saya. Tidak terucap, tetapi tertulis. Dan rupanya, itu adalah permintaan terselubung yang tak luput dari mata Tuhan. Like hidden wishes that are not escapable from the Eyes of God. Since God is Love. Since Love is not escapable. Maka, saya pun tak luput dari cintaNya pada saya, yang memberikan saya cinta di bumi, berupa cinta eros pada seorang perempuan yang terbaik dari Allah untuk saya.
Mari mengawali segala sesuatunya dengan Tuhan karena Tuhan adalah terbaik untuk mereka yang mau membalas cintaNya yang telah ada sejak semula. Balaslah cinta Tuhan, maka Ia akan mengadakan perbuatan tanganNya yang ajaib ke atas kamu, dengan lebih lagi. Do love for Love, then be ready for His trustable love. Do more for Love, then be ready for His more, more, and more over love… .
Sampai jumpa di tulisan selanjutnya. Damai sejahtera dari Allah Bapa dan Yesus Kristus Tuhan menyertai kamu sekalian. Kemuliaan hanya bagi Dia, dahulu, sekarang, esok, dan selama-lamanya. Amin.
Posted in: on Senin, Januari 26, 2009 at di 19:44


Poskan Komentar