In His Touch

Salam damai sejahtera dalam kasih Kristus,

Dear pembaca, dalam tulisan sebelumnya, saya sempat menulis bahwa saya akan menceritakan lebih detail tentang tipe perempuan yang saya suka, serta kriteria atau tanda bila perempuan itu adalah perempuan yang saya yakini berasal dari Tuhan. Saya juga menulis bahwa saya akan menuliskan kriteria yang lebih detail lagi mengenai tanda-tanda yang saya simpan sebagai rahasia pribadi.

Tulisan tentang itu sebenarnya sudah ada, tinggal menyelesaikan sedikit lagi, dan mempostingnya. Namun sampai dua minggu lamanya, hati saya tidak merasakan damai sejahtera atas tulisan tersebut. Saya tidak merasakan keyakinan yang penuh dan kuat untuk melanjutkan tulisan itu. Akibatnya, tulisan itu terbengkalai dalam tumpukan draft tulisan yang tidak terselesaikan.

Pagi tadi, pada waktu doa dan pembacaan Alkitab, saya membaca bagian ini:

Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan. Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran! Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan.

Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.

(Yakobus 3:13-18)

Dear pembaca, ayat itu adalah teguran dari Tuhan untuk saya. Tuhan menyadarkan saya bahwa draft tulisan saya mengandung hikmat yang dari dunia dan mengandung tujuan terselubung yakni untuk memegahkan diri saya sendiri dan pasangan. Itulah sebabnya mengapa saya tidak merasakan sukacita dan damai sejahtera ketika akan berusaha menyelesaikan tulisan itu. Rasanya berat, berputar-putar, dan tidak tahu bagaimana menyusun kata dan kalimat untuk melanjutkan tulisan itu.

Terlebih lagi, ada perasaan yang kuat dalam hati saya bahwa tulisan itu pun tidak akan mendatangkan damai sejahtera bagi Anda, para pembaca yang dikasihiNya. Tulisan itu mengandung hikmat manusia yang bisa membuat Anda dan saya menjadi orang yang penuh penghakiman. Akan ada banyak pihak yang merasa terhakimi dan bahkan mungkin menjadikan mereka hakim atas manusia satu dengan yang lain, termasuk saya sendiri. Akan banyak konsekuensi negatif bila saya memaksa diri untuk meneruskan tulisan itu dan mempostingnya. Itulah sebabnya mengapa tulisan itu tak kunjung selesai dan terus tertunda-tunda.

Pembaca yang saya kasihi, saya meminta maaf karena saya tidak dapat menceritakan detail tentang tanda atau kriteria itu. Tuhan tidak berkenan atas saya. Namun demikian, saya hendak bersaksi bahwa saya semakin mengenal kebenaranNya, yaitu bahwa Dia adalah pribadi yang lembut hati. Dia menegur saya dengan cara yang halus. Dengan sentuhan kasih melalui ayat Kitab Suci yang teruntai dalam bahasa sederhana dan mudah dimengerti. Dia begitu halus dalam mendidik saya, sesuai pinta saya kepadaNya.

Tak pelak lagi, cintailah Tuhan. Cintailah Dia. Kasihilah Dia sebesar yang engkau mampu, sebanyak yang engkau bisa, maka Ia akan bertindak atas kamu. Ia memiliki rencana khusus atas setiap masing-masing orang. RencanaNya indah dan mendatangkan damai sejahtera. Bukan perasaan takut seolah Dia adalah penghukum yang kasar dan tanpa ampun. Dia tidak akan mengekangmu. Pilihlah, engkau mau dididikNya dengan cara halus atau cara kasar? Dia bukan pengekang, Dia memberimu kebebasan untuk memilih.

Jika engkau telah mencintai Tuhan. Terus tambah-tambahkanlah cintamu padaNya. Jangan pernah undur dariNya. Jika segalanya tampak begitu sulit, lambatkan langkahmu, namun jangan mundur. Tetaplah maju dalam keyakinan kuat bahwa Dia mengasihimu dan menjanjikan masa depan yang indah untukmu. Jangan menyimpang ke kanan dan ke kiri, jangan pula menoleh ke belakang. Arahkan pandanganmu kepada Dia dan berlarilah mengejar tujuanNya.

He’s touchable. So were you. Be blessed in His touch.

Damai sejahtera dari Allah Bapa dan Yesus Kristus Tuhan, senantiasa menyertai kamu sekalian.

0 komentar:

Poskan Komentar