Be Content with Such Things as Ye Have

Saat aku masih menjalin hubungan jarak jauh dengan Vie, ada saat dimana aku merasa rendah dan tidak pantas dicintai oleh Vie. Aku telah berbuat dosa. Aku malu pada diriku sendiri. Terlebih pada Vie.

Seharian kumatikan ponselku. Membuat Vie cemas tak keruan di sana. Sakit kepala mendadak, muntah berkali-kali, hingga jantung serasa tertusuk-tusuk. Sedangkan aku di sini hanya terdiam dalam gelap ruang. Aku tidak bisa mengampuni diriku sendiri. Aku ingin membuangkan diri dari Tuhan. Aku benar-benar merasa rendah. Aku merasa tidak layak memperoleh kasih karunia Allah. Aku pantas dibuang dalam keabadian api yang menyala-nyala.

Tetapi Vie... Vie mengampuni aku. Vie tetap mencintai dan mengasihi aku walau aku telah menyakiti hatinya berkali-kali. Sesaat ketika akhirnya kunyalakan kembali ponselku, pesan singkatnya memulihkan aku:


Kasih tetap bertahan demi meraih impian yang tampaknya mustahil,
memberi semangat untuk berjuang mencapai impian itu,
dan bersorak-sorai saat impian itu pada akhirnya menjadi kenyataan.

Aku mau terus mengasihmu..terus mencintaimu Elize...
Karena kau pemberian terindah yang sangat berharga dari Bapa untukku..


Vie
27 Maret 2009 18:23


Setelah kejadian itu, entah tiada terhitung berapa kali aku menyakiti hatinya lagi. Bahkan hingga kini ketika aku dan Vie telah tinggal dalam satu kota. Aku kerap membentak, memarahi, dan yang paling parah: mendiamkannya. Kata maaf adalah kata yang paling jarang terucap dari mulutku, padahal aku yang bersalah. Tetapi kata MAAF adalah kata yang kerap terucap dari mulut Vie, sekalipun dia tidak bersalah.

Belum lama ini aku telah berbuat kesalahan lagi. Hampir setiap hari aku membuat matanya berlinang air mata. Fisiknya melemah, hingga ia sering sakit-sakitan. Aku hanya bisa menyesal dan mengucap janji untuk tidak mengulanginya. Tetapi ternyata janjiku palsu karena aku berkali-kali melanggar janjiku.

Adakah Vie berubah terhadap aku? Tidak. Vie itu setia. Vie mengampuni aku lagi. Vie tetap mencintai dan mengasihi aku, bahkan hingga saat ini. Tulisnya melalui pesan singkat pada suatu malam:


Berjalanlah bersamaku..di bukit bermandi cahaya
ataupun di lembah berkabut tebal.
Tetaplah berjalan di sisiku..saat menapaki pantai berpasir lembut
atau mendaki jalan terjal berbatu.

Dan bila suatu saat kita tak mampu lagi melangkah..
maka Allah akan menggendong kita
dalam dekap tangan kasihNya...
Dia tak akan membiarkan kita jatuh tergeletak..

Lanjutnya,

Kata-kata itu adalah janjiku ke kamu sayang..
aku akan berjalan di sisimu dan mendampingimu,
dalam keadaan apapun juga...
baik atau buruk, suka atau duka,
kaya atau miskin, sehat atau sakit...
sampai suatu saat aku tidak mampu melangkah lagi
dan ragaku aman dalam pangkuan Tuhan...

Aku cinta kamu, aku cukup dengan kamu,
aku mau setia sama kamu...
semua karena Kristus.
Aku mohon sama Tuhan..
Kalau suatu saat aku harus meninggalkan kamu...
janganlah hal itu terjadi karena aku berpaling pada cinta yang lain...
melainkan karena aku harus kembali pada Cinta Terbesarku,
yang memanggilku pulang kepadaNya.


Betapa aku terberkati dengan adanya Vie dalam hidupku. Vie yang begitu pemaaf dan penuh pengampunan. Vie yang bisa tetap mencintai dan mengasihiku sekalipun aku telah berkali-kali menyakiti hatinya. Vie yang bisa dan mau menerima diriku apa adanya. Vie yang begitu setia dalam cintanya kepadaku.

Tetapi sesungguhnya, itu semua bukan karena Vie, tetapi karena Kristus yang ada dalam diri Vie. Kian nyata bagiku, bahwa Vie adalah perempuan terindah, anugerah dari Allah untukku. Sudah seharusnya aku mencukupkan diri dengan Vie. Aku harus menerima Vie dalam apa adanya Vie, dalam kurang dan lebihnya dalam pandang mata manusiaku. Aku tak boleh membiarkan diriku mengingini pun diingini mereka yang lain. Aku telah memperoleh bagianku. Setiap orang telah memiliki bagiannya. Aku tak boleh mengambil bagian yang telah ataupun kelak menjadi bagian milik orang lain, karena Tuhan telah menetapkan bagiannya masing-masing untuk tiap-tiap orang. Dan aku memilih untuk mencukupkan diriku dengan apa yang ada padaku. "Vie, aku cukup dengan kamu. I love you, since Christ in you."


"..dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu."
Ibrani 13:5




~Elize, Kian Damai, 2009~


6 komentar:

  1. Vie is really cool.



    d`

     
  2. Hikss... jadi terharu sama Vie...

    "Tuhan,kirimkan lah aku kekasih yang baik hati, yang mencintai aku apa adanya."

     
  3. @d`..yes, she is. Her heart is really cool.

    @Grey..sabar dikit lagi Grey..tunggu waktuNya.. Vie aja vakum 8 tahun baru dapetin aku..karena dia setia. Dia punya iman bahwa pasti ada orang yang punya kecenderungan L, tp dia jg takut akan Tuhan. Dan ternyata, Tuhan perhitungkan iman Vie. Gak nyombong nih..tapi Tuhan kasih yang ehm..ih..wow..kan.. muda, lajang, dan perawan (kala itu). Hehehhhehh..

    Trus aku sendiri gimana? Apakah aku merasa bagai kerbau yg dicocok hidungnya? atau bagai wanita korban pelet dr 'ewes2nya' Vie kepada Tuhan? Hahaha..enggak lah yau.

    Aku sendiri bahagia karena aku merasa akulah jawaban Tuhan atas doa2 Vie, bukti iman dan pengharapan Vie kepadaNya tidak sia-sia. Vie adalah pertamaku dan aku sangat bersyukur karena Vie is amazing. Oleh sebab itu, aku meminta kepada Tuhan agar Vie menjadi pertama sekaligus terakhirku.

    Apakah lantas hubungan kami damai sejahtera senantiasa dan makmur sentosa semata-mata? Tidak. Konflik dan permasalahan cukup bersahabat akrab dengan kami. Namun, segala konflik yg Tuhan ijinkan terjadi di antara kami rupanya adalah cara Tuhan untuk memperkuat cinta di antara kami, dan terlebih lagi cinta kami kepadaNya. Semakin nyata bahwa Tuhan pun berkenan pada lesbian. hmm..lagi2.

    Jadi Grey..put God first always yah. Percayai setiap hari adalah yg terbaik dari Tuhan untuk kamu. Jk kamu belum punya kekasih..mungkin memang baik bagimu untuk tetap dalam keadaanmu yg demikian..paling tidak untuk saat ini. Segala sesuatu indah pada waktuNya, tak selalu berarti lama. Jgn lemah dalam imanmu ya Grey.

     
  4. UHmm... one question, no offense ya, apakah Kristus memberkati hubungan lesbian? Dalam suratnya kepada orang Roma, Rasul Paulus menulis sesuatu tentang lesbian dan gay.
    This is also a problem for me... Saya ngga merasa bersih di hadapan Tuhan saat saya ... uhmm... seperti ini. Roma1:26-27

     
  5. dear Arema..

    Slh satu konflik diri terbesarku adl konflik antara kecenderungan lesbianku dgn ketakutan akan Tuhan. Aku dulu merasa berdosa dengan kecenderungan lesbian yg ada dlm diri ini. Aku telah berkali-kali meminta kepadaNya dlm doa dan tangis air mata agar Dia menyingkirkan apa saja yg menyebabkan kecenderungan ini ada. Bahkan aku pernah meminta Dia untuk mengambil nyawaku daripada aku hidup berlumur dosa dengan kecenderungan ini.

    Namun nyatanya, Tuhan tidak menghilangkan kecenderungan ini. Tuhan tidak mengambil nyawaku. Aku pun sempat hilang kepercayaan bahwa Tuhan itu ada. Tetapi aku tetap takut. Aku tetap takut bahwa lesbianisme adalah dosa. Lalu aku berpacaran dengan laki-laki, agar aku tidak berdosa. Aku berpikir, kecenderungan ini pasti akan hilang jika aku berpacaran dan menikah dengan laki-laki.

    Ternyata sungguh tersiksa rasanya berpacaran dengan laki-laki. Aku merasa penuh topeng pura-pura. Aku merasa tersiksa ketika aku harus jalan berdua dengannya. Aku tidak menyukainya. Hatiku berontak. Aku merasa lebih berdosa karena aku berpura-pura mencintainya.

    Sampai akhirnya aku frustasi sendiri ketika dia melamarku. Aku berkata ya, tapi ternyata hatiku melolongkan kata "tidaaaaaak!!". Aku tidak mau dengan laki-laki.

    Saat itulah, aku mencari Tuhan. Aku mendekatkan diri kepadaNya. Aku membaca buku The Purpose Driven Life. Dari situlah segala sesuatunya mulai dibukakan Tuhan bagiku. Mataku dicelikkanNya. Aku mengalami pencerahan-pencerahan rohani. Tuhan memenangkan hatiku dengan firman2Nya dalam Kitab Suci.

    Meski aku orang Kristen sedari kecil, tapi ternyata aku tak pernah sungguh2 memahami siapa Kristus itu. Aku baru mengenal Kristus setelah melalui pembacaan Kitab Suci setiap hari serta buku The Purpose Driven Life.

    Yesus Kristus adalah Anak Allah, Pencipta Langit Bumi beserta isinya. Kristus dikaruniakan Allah untuk menebus dosa manusia. Dosa yang telah ada dalam darah daging manusia, tak peduli dia gay atau lesbian. Seandainya aku tidak lesbi pun, aku telah berdosa (dosa asal).

    Kristus ternyata mati bagiku, untuk menyelamatkan aku dari hukuman kekal. Kristus ternyata mati bagiku untuk menyelamatkan aku dari kebinasaan.

    Sebelum aku sungguh-sungguh menerima Kristus sebagai Juru Selamatku, aku ternyata telah terjual di bawah kutuk dosa. Seperti tertulis dalam Roma 7:14b, "..., tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa." Dari situlah aku mengerti mengapa aku merasa kosong, selalu mencari rupa-rupa spiritualisme, selalu penasaran akan hal2 berbau lesbian, kerap menyukai perempuan, berfantasi memiliki kehidupan dlm kebersamaan dengan perempuan, dll. Well, ternyata aku diperbudak oleh keinginan-keinginan daging, hawa nafsu, dan percabulan.

    Setelah aku mengenal Kristus, aku mengalami banyaaaaaak sekali pencerahan. Aku bahkan sampai pada titik dimana aku berserah penuh pada Tuhan. Aku menerima apapun yg akan Tuhan taruhkan dlm hidupku. Aku pasrah, apakah Dia menghendaki aku menikah dengan laki-laki dan beranak pinak dengannya (well, sepertinya kecenderungan lesbianku hilang tuwh). Ataukah dengan perempuan jika itu menjadi kehendakNya. Ataukah aku tetap dalam keadaanku kala itu. Itulah titik nol dlm hidupku. Titik dimana aku berserah penuh kepada Tuhan yang berkuasa atas diriku.

    To be continued..on next comment.

     
  6. the continues:

    Dan ternyata, Tuhan mendatangkan seorang perempuan dalam hidupku, di malam Natal, Desember 2008 kemarin. She's Vie.

    Perempuan itu ternyata perempuan yg telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya. Perempuan yg hidup dalam takut akan Tuhan. Perempuan yg hidup oleh iman. Ada Kristus dalam dirinya.

    Sejak kali pertama Vie datang dalam hidupku, aku telah menyerahkannya kepada Tuhan melalui doa. Aku berserah kepada Tuhan agar kehendakNya yang jadi, dan bukan kehendakku. Dengan kata lain, aku telah melibatkan Tuhan dalam hubunganku dengan Vie (sejak belum jadian).

    Dari situlah, hari lepas hari, aku merasakan campur tangan Tuhan dalam hubunganku dengan Vie. Banyak sekali pengalaman-pengalaman kecil..yang membuat kami kian yakin bahwa Tuhan Yesus Kristus merestui, memberkati hubungan kami. Nyatanya, kami semakin mendekat pada Tuhan. Konflik yg terjadi diantara kami justru menguatkan cinta kami kepada Tuhan dan cinta diantara kami sendiri.

    Meski demikian, kami tidak boleh bermegah diri. Kami tidak boleh lantas seenaknya. Lesbianisme bukanlah sebuah dosa. Namun bukan berarti kami bisa seenaknya berganti-ganti pasangan. Bernikmat ria dalam kemesuman. (I'll tell u a secret, nafsu seksual kami tidak membara dan menggebu2. Aku tahu dan bisa merasakan bedanya. Sebelum dan sesudah sungguh-sungguh dalam Tuhan. Kami telah dikuduskan. Dengan demikian, kami tidak menderita kesusahan badani, like sexual addiction).

    Hmm..dear Arema..tulisan seberapapun takkan cukup untuk membuktikan betapa Kristus memberkati hubungan kami. Kami telah mengalamiNya.

    Kami berdoa, biarlah Tuhan bermurah hati untuk menarikmu kepadaNya. Biarlah Dia memberi diriNya ditemukan olehmu. Biarlah engkau sendiri mengalamiNya.

    Jesus loves u.

     

Poskan Komentar