In a Rush

Ketika tekanan untuk segera menikah kembali melandaku, aku mulai goyah dan hendak menyerah. Ingin kulepas Vie dan menjalani hidup normal..senormal pandangan orang normal tentang kata "normal."

Ternyata aku telah menyingkirkan Tuhan..sebab aku tiada mengingat campur tanganNya sejak awal mula jalinan cintaku dengan Vie. Aku hendak terhanyut dalam arus dan tekanan dunia..menyerah begitu saja dengan apa kata dunia.

Akan tetapi, Tuhan telah menolong aku. Iman dan kesetiaan Vie kepada Tuhan telah menyadarkan aku betapa Tuhan telah banyak menyatakan perbuatan ajaibNya atas aku dan Vie. Tuhan telah melindungi kami. Tuhan telah menjawab doa-doa kami. Tuhan memberkati hubungan kami. Dengan demikian, kami percaya bahwa Tuhan ada di pihak kami.

-----SMS-----
From: +6285878631VIE
Sent: 12 May 2010 00:34:03


Sayangku..
pendamping hidupku..
aku akan berjuang sekuat tenagaku untuk mempertahankan cinta kita..
dan aku yakin aku akan menang karena Tuhanlah pembela kita, 
Dia ada di pihak kita..
Dia yang mempertemukan, menumbuhkan cinta, menyatukan kita,
dan membuat aku bisa berada di Jogja untuk bersama kamu..


tiada satupun kuasa manusia atau apapun juga di dunia ini
yang sanggup memisahkan apa yang telah Tuhan satukan dan berkati..
aku harap kamu pun meyakini hal itu..
sehingga kamu tidak mudah menyerah pada keadaan 
dan pengaruh orang-orang di sekelilingmu..

aku tahu kamu kuat..
kamu punya prinsip yang kuat..
kamu mandiri dan bisa mengambil keputusan yang terbaik untukmu..


bersamaku dan bersama Tuhan, kita akan memiliki masa depan yang gemilang..AMIN.


Jikalau engkau adalah perempuan pecinta perempuan yang percaya kepada Tuhan..tetaplah setia dengan imanmu bahwa Tuhan ada di pihakmu. Jangan goyah dan mudah menyerah dengan arus dan tekanan dunia. Tuhan Yesus telah membenarkan kamu dan menyelamatkan kamu. Tidak ada lagi penghukuman bagi orang yang telah berada dalam Kristus Yesus. 



~Elize, Kian Damai, 2010~

4 komentar:

  1. Abadilah cinta kalian.

     
  2. Amin...amin...terima kasih Grey untuk doanya...GBU


    Salam damai,

    ~VieElize~

     
  3. Dear Elize,
    Aku baru x ini membaca blogmu,sungguh terharu membaca postinganmu ini. Aku merefleksikannya dlm kehidupanku dan sama sepertimu,begitu rapuhnya hatiku saat keluargaku mulai merongrongku dgn pernikahan,ketika aku membaca postinganmu aku semakin dikuatkan utk menjaga cintaku dan Vic.
    Terimakasih banyak
    Doaku buat Elize & Vie.

    **Fel Rachel**

     
  4. dear Fel Rachel,

    Maaf baru mem-publish komen km. Terimakasih sudah mampir di blog ini dan meninggalkan komentar.

    Yes, Fel. Orang-orang terdekat kita, yakni keluarga, justru adalah orang-orang yang paling mudah membuat hati kita menjadi rapuh, keyakinan kita menjadi goyah, dan akhirnya menyerah kalah. Nyatalah benar apa yang tertulis dalam Matius 10:36, "dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya."

    Namun jika sejak semula kita menaruh iman bahwa Tuhan-lah yang telah menyatukan jalinan cinta kita dengan kekasih, maka kita boleh percaya bahwa,"TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?," (Mazmur 118:6).

    Sampai saat ini, keluargaku masih menekanku untuk segera menikah. Dan tekanan itu pasti akan semakin keras ketika usiaku mendekati usia kritis..28..29.. . Well, aku punya Tuhan. Dia-lah yang membuatku bertahan.

    dear Fel.. Kiranya Tuhan menjaga jalinan cintamu dan Vic. Kiranya Dia memberi kalian kekuatan untuk menghadapi segala arus tekanan dunia. Jangan goyah dan tawar hati.."Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang." (Amsal 23:18)

     

Poskan Komentar