United States of ViElize

Cukup lama kutinggalkan blog ini. Sungguh berat untuk memulainya lagi. Sebentar mengetik, sebentar menghapus. Ketik lagi, hapus lagi. Bingung harus mulai dari mana. Keinginan untuk bercerita terlalu banyak. Inginnya mendetail dan kronologis,  tapi malah bertele-tele dan jadi pusing sendiri.

Aku ingin bercerita bahwa aku dan Vie telah tinggal serumah sejak 1 Juni yang lalu. Kami tinggal di daerah Utara, dekat Kaliurang, Jogjakarta. Daerah dekat Kaliurang adalah daerah yang kami inginkan untuk bisa tinggal bersama.

Kami tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana yang cukup besar. Masih banyak kebun dan lahan di sekitar sini. Hawanya tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin. Cukup ramai dan banyak pendatang. Banyak pula cicak dan tokek gemuk; semut api, semut hitam, dan sesemutan yang lain; kodok, ulat "fosfor", ular kecil; tawon, jangkrik dan serangga-serangga aneh. Masih bisa melihat sapi tak jauh dari sini. Kalau hari sedang panas, para serangga di pepohonan luar sana sepertinya juga kepanasan. Mulailah mereka berpaduan suara. Dan bila hari telah menjelang malam, ada suara anjing menggonggong dan melolong malam-malam (pertanda apa yha??).

Kami tinggal dalam kebersamaan yang cukup harmonis. Kerap bertengkar karena masalah sepele. Kerap juga bertengkar hebat. Tapi proporsinya lebih banyak rukunnya daripada bertengkarnya. Hal ini karena Vie lebih banyak mengalah dan selalu yang minta maaf walau sebenarnya saya yang salah...qkqkqkqk... Ya..ya..saya akui saya selalu ingin menang, saya selalu merasa benar, dan maaf adalah kata yang pantang saya ucapkan pada Vie, tapi tidak pada orang lain. Ya..ya..seperti ayah saya, saya lebih bisa bersikap "be nice" pada orang lain, tapi tidak pada keluarga/orang terdekat sendiri.

Well, sementara ini saja yang bisa kutuangkan dari otakku. Pada intinya, aku ingin menyampaikan bahwa Tuhan telah menyatukan kami dalam satu rumah. Tuhan memelihara kami dengan kasih setia-Nya. Tuhan melindungi hubungan kami. Tuhan mencukupkan kebutuhan kami. Tuhan memenuhi hati kami dengan damai sejahtera. Sekalipun kami jatuh dalam pencobaan, yakni ketika kami bertengkar dan berkeras hati, Tuhan senantiasa memulihkan hubungan kami dan memberi hikmat dari setiap perkara, setiap kesulitan, dan setiap pencobaan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hubungan kami. Terpujilah Allah Bapa dan Yesus Kristus Tuhan. Kemuliaan hanya bagi Dia selama-lamanya.

Inilah Firman Tuhan yang memberi kekuatan kepadaku di awal-awal aku meninggalkan zona nyamanku, yakni keluargaku untuk tinggal bersama dengan Vie dalam satu rumah:

Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi. -Yosua 1:9


~Elize, Kian Damai, 2010~

0 komentar:

Poskan Komentar