A Resilient Voice


Ya Tuhan, Allahku,
Kota Bentengku
Menara Perlindunganku
Penolong dan Penyelamatku

Aku tak hendak gusar terhadap Engkau
Atas segala penilaian dan perkataan mereka
Bahwa setubuhku dengan perempuanku adalah dosa

Imanku nyatakan itulah jawaban-Mu atas pinta doaku
Dalam titik kepasrahan
Untuk beroleh kehidupan yang utuh dan sempurna

Nyatanya Kau datangkan padaku
Seorang perempuan yang ku percaya...
pun Kau benarkan karena iman
Demikian aku tak lagi hanya kecenderungan...
Tapi aku utuh dan sempurna lesbian

Aku tak hendak bimbang
Sebab nyata Engkau besertaku sejak mulaku
Perbuatan-perbuatan ajaib-Mu
Adalah lebih dari cukup
Untuk membuktikan Engkau ada di pihakku

Aku tak akan goyah
Aku tak akan ragu melangkah
Melanjutkan perjalanan hidupku...
bersama Engkau dan perempuanku
Menyusuri jalan naik cinta-Mu
Menyusuri jalan damai sejahtera-Mu

Jalan ini telah kutempuh bersama Engkau
Dan aku tak akan mundur
Sebab aku percaya...
Aku yakin...
Aku tahu...
Engkau menjagai aku
Tetap tegak tercacak
Karena...
...iman...


Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu. Yesaya 46:4


~Elize, Kian Damai, 2011~

0 komentar:

Poskan Komentar