Masochistic Streak as A Blessing
Tumbuh dan berkembang sebagai perempuan yang takut tertolak, membuatku sering berusaha menyenangkan hati orang, ingin diterima semua orang, dengan sebisa-bisanya berbuat baik pada semua orang. Namun alangkah menyakitkan ketika perbuatan baik yang menurutku sudah kulakukan, walau tanpa harap imbal, justru terbalaskan dengan ketidakadilan, kejahatan, kecurangan, dan rupa-rupa "air tuba". Demikian halnya dengan hal-hal buruk dan kemalangan yang menimpaku. Aku merasa aku tak pernah menaburnya, namun mengapa aku mengalaminya, seolah aku menuainya.
Dalam sekejap mata, aku ingin berubah menjadi iblis betina. Persetan dengan perbuatan baik. Aku tak akan pernah mau menolong, membantu, ataupun tetek bengek kebaikan lain untuk siapapun lagi. Untuk apa aku takut dengan mereka. Untuk apa aku ingin diterima oleh mereka semua. Aku takkan mati, hidupku takkan berakhir jika tanpa mereka. F*ck you, people!! You've hurt me and I'll hurt you back!!
...
Untung aku tak punya kuasa. Sebab kekuasaan yang lebih tinggi daripadaku, menolongku dalam lirih lembut suara hati:
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah (Galatia 6:9)
Pembalasan adalah hak-Ku (Ibrani 10:30)
Sejenak aku merasa kuat hati. Tetapi aku kembali lelah dan hampir menyerah, ketika lagi-lagi menuai apa yang tidak kutabur.
Apa daya, pembalasan bukan hakku. Rasa sakit ini selayaknya kunikmati. Sepertinya kecenderungan masokhis ini bukanlah sebuah kesalahan. Penciptanya tidak salah meracik bumbu. Aku akan menikmati rasa sakit ini, bersama Dia, Pengendali kuasa atas segala sesuatu.
Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah (I Petrus 2:20)
Terpujilah Tuhan, Sumber Kekuatan.
~Elize, Kian Damai, 2011~
Posted in: on Rabu, November 02, 2011 at di 00:38


Lagi-lagi tulisanmu menguatkanku kak..
Lord Jesus Bless you..
Aku juga menuai apa yang tak ku tabur..
Aku juga ingin membalas apa yang sudah aku terima dengan kekuatanku.. Tapi Tuhan mengingatkan bahwa pembalasan adalah Hak-Nya, bukan Hak-ku..
Hehe.. Thanks Kak Elize..
Teruslah hidup dalam Tuhan dan memotivasi orang-orang lemah dengan tulisanmu..
Best Regard,
Rain
Dear Rain..
Praise the Lord then..
Jesus bless you too.
Kiranya Tuhan juga terus memakaimu sebagai perpanjangan tanganNya utk menguatkan yang lemah dengan segenap talenta yang Tuhan telah taruh dalam dirimu.